Friday Art Picks
Kurasi karya seni pilihan ARTI setiap hari Jumat.
Love, Boundaries, and Listening to Ourselves
Anak perempuan sering dituntut untuk selalu sopan, yang kerap dimaknai sebagai menyenangkan semua orang. Dalam prosesnya, banyak yang tumbuh dengan kebiasaan mengabaikan rasa tidak nyaman dalam diri, hingga lupa menyadari ketika batasnya dilanggar.
Padahal, mendengarkan diri sendiri adalah bagian penting dari mencintai. Cinta yang sehat tidak membungkam, tidak menuntut kepatuhan, dan tidak hadir dengan rasa bersalah ketika kita memilih menjaga jarak. Ia memberi ruang untuk merasa aman, jujur, dan utuh sebagai diri sendiri.
Melalui Friday Art Picks minggu ini, kami mengkurasi tujuh karya yang memaknai cinta secara lembut dan reflektif, bukan cinta yang penuh tuntutan, melainkan cinta yang hadir sebagai kehadiran, perhatian, dan keberanian untuk menghormati batas diri.
Love In Black — SeventreesDesign
Karya ini menghadirkan cinta dalam keheningan dan kedalaman. Warna gelap menjadi ruang aman tempat perasaan hadir tanpa perlu banyak penjelasan.
Lover in Love — AugustoBM
Sebuah refleksi tentang tenggelam dalam rasa, tanpa kehilangan keutuhan diri. Cinta digambarkan sebagai pengalaman personal, bukan tuntutan.
More Love Black — Orarastudio
Palet yang kuat dan minimalis menggambarkan cinta yang kokoh, tenang, dan tidak perlu banyak pembuktian.
Love Birds — Victoria Frost
Simbol kebersamaan yang setara. Dua sosok berdampingan tanpa saling mengekang, saling hadir dengan ruang masing-masing.
Love Is in the Air — Ninhol
Ringan dan hangat, menggambarkan momen-momen kecil cinta yang hadir tanpa paksaan, namun terasa nyata.
I Love You Hands — Nouveaprint
Gestur sederhana yang penuh makna. Tangan yang saling mendekat menjadi simbol perhatian, kepercayaan, dan rasa aman.
Tujuh karya ini mengajak kita melihat cinta sebagai ruang aman—tempat kita belajar mendengar diri sendiri, mengenali batas, dan memilih diri tanpa rasa bersalah.

