TENTANG MENANGKAP MAKNA PADA SEBUAH LUKISAN

TENTANG MENANGKAP MAKNA PADA SEBUAH LUKISAN

Pernahkah kalian merasa bingung, apa makna dari sebuah lukisan? Pernahkah kalian melihat dengan mata kepala kalian langsung bahwa ada seseorang yang berani membayar mahal sebuah lukisan? Kira-kira apa yang membuat seseorang tadi berani membayar mahal lukisan tersebut? Saya rasa setiap orang pernah mengalami pertanyaan pertama di atas, namun tidak semua orang pernah mengalami dan memikirkan pertanyaan kedua dan ketiga. Kebetulan saya adalah seseorang yang memiliki rasa keingintahuan yang besar, lalu saya coba untuk mencari tau tentang keterkaitan lukisan dengan makna lukisan itu sendiri.

Sebenarnya, banyak sekali lukisan-lukisan yang sulit untuk saya pahami maknanya. Tidak, saya sedang tidak berbicara tentang lukisan abstrak, saya sedang berbicara lukisan yang sebenarnya di dalam gambarnya hanya terdapat gambar sederhana saja, seperti yang di dalamnya terdapat gambar orang, gelas beserta isinya, dan gerakan orang yang seolah sedang meluncur ke dalam gelas tersebut. Komposisi lukisan tersebut saya jumpai pada lukisan Maarten Leon yang berjudul “You Best Friends Forget You Get Old”.

Satu hal yang saya ketahui, terkadang kita bisa terbantu untuk memaknai lukisan lewat judul lukisan itu sendiri yang diberikan oleh senimannya langsung. Tapi kali ini tidak. Menurut saya, lukisan Maarten Leon diatas benar-benar tidak ada hubungannya dengan judulnya. Berulang kali saya mencoba memaknai lukisan tersebut, mencari hubungan antara judul lukisan dengan beberapa objek gambar yang ada dalam lukisan tersebut, tapi tetap saja, hasilnya saya tidak berhasil juga menemukan makna lukisan itu. Pikiran konyol saya mulai muncul, “Andai Maarten Leon adalah teman saya, pasti saya bisa menanyakan maknanya langsung ke dia” hehehehe.

Tapi kembali lagi, saya juga sering bertanya dalam hati saya “Atau memang saya saja ya yang tidak bisa menangkap maknanya? Atau nalar seni saya masih terbatas? Atau sebenarnya sudut pandang saya masih sangat sempit sehingga masih saja belum bisa menghubungkan antara judul lukisan dengan gambar lukisan itu sendiri?”

Oh iya, berbicara soal sudut pandang dalam memaknai seni, ini memang wajar terjadi. Ini terjadi karena setiap orang memiliki sudut pandangannya sendiri sebagai penikmat seni untuk memaknai sebuah lukisan. Sebagai contoh ketika saya dan teman saya mencoba untuk memaknai salah satu karya dari Marcus Cederberg yang berjudul MC 05. Lagi-lagi saya tidak melihat adanya hubungan antara judul lukisan dengan lukisannya, hahaha!

Jadi dapat dipastikan setiap orang akan memiliki interpretasi yang berbeda terhadap lukisan ini. Balik lagi, jadi ketika saya coba untuk memaknai lukisan tersebut, sudut pandang saya hanya sedang melihat seseorang yang sedang menikmati senjanya di ujung hari dengan bersepeda sambil menikmati matahari senja. Namun teman saya memiliki sudut pandang berbeda, dia lebih melihat ke letak orang tersebut yang berada di tengah yang memiliki arti bahwa hidup itu dijalani saja sebagaimana mestinya, hargai saja setiap perjalanannya, tidak perlu terlalu menghiraukan awal ataupun hasilnya.

Dan setelah perjalanan seni yang cukup, akhirnya saya sudah mulai bisa menerima kebingungan itu. Saya memang bukan pelukis ataupun pengrajin seni, saya hanya penikmat seni. Justru karena saya benar-benar menikmati seringkali saya memiliki rasa penasaran lebih terhadap sebuah karya, termasuk memaknainya, mencari keterkaitan makna sebuah karya dan menghubungkan dengan perjalanan hidup saya. Jadi apabila ada sebuah pertanyaan muncul, “Apakah memaknai sebuah lukisan itu penting?” apa jawaban kalian?

Mari kita pahami seni terlebih dahulu. Mungkin ini adalah bahasa yang “klasik” untuk mendefinisikan seni. Menurut saya, seni adalah segala wujud yang diciptakan oleh manusia yang mengandung unsur keindahan dan mampu merefleksikan emosi dari sang penciptanya. Pastinya dalam membuat karya-karyanya sang pencipta meletakkan makna didalamnya. Tapi tidak semua makna dapat terlihat secara gamblang. Selain itu, sebuah lukisan juga dapat diinterpretasikan dengan cara berbeda, dengan sudut pandang yang berbeda. Seperti itulah uniknya seni, tidak ada istilah benar atau salah, bagus atau jelek, semua tergantung sudut pandang yang menilai. Dan ini ada kaitannya juga dengan mengapa ada orang yang rela mengeluarkan uang untuk membeli lukisan dengan harga mahal? Menurut saya, Itu karena orang tersebut telah memiliki keterkaitan emosi dengan lukisan tersebut dan juga keterikatan makna dengan lukisan tersebut yang tentunya dengan sudut pandangnya sendiri. Jadi kembali ke pertanyaan, “Apakah memaknai sebuah lukisan itu penting?” Menurut saya tidak. Seni bukan hanya tentang makna, tapi juga keindahan. Buat saya ketika saya menyukai keindahannya saya pasti sedikit demi sedikit akan mengerti kemana arah makna lukisan itu. Lagipula, seni diciptakan tidak selalu untuk dicari maknanya, namun cukup untuk dinikmati. Dan menikmati lukisan adalah cara mudah untuk menghargai sebuah karya.

Share this:

2 comments

Blog yang menarik, semoga maju terus…. Saya suka Hokusai , dia pernah bilang: “Salah satu faktor bagi melambungnya karya saya adalah munculnya warna cat biru Prussian di pasar, yang diimport dari dunia Barat. Sebagai pigmen sintetis, warna ini lebih bertahan lama dan menurunkan harga sedemikian rupa sehingga bisa digunakan sebagai bayangan warna dalam cetakan untuk pertama kalinya.”

Saya mencoba menulis blog tentang dia, semoga anda suka: http://stenote-berkata.blogspot.com/2018/05/wawancara-dengan-katsushika.html

Bagus banget artikelnya, saya yg sering lukis kadang bingung untuk menentukan makna atau unsur apa yg harus ada dalam lukisan saya agar mempunyai makna, yg malah akhirnya membatasi kreatifitas saya, dan paragraf terakhir di artikel ini sangat menjawab semua kebingungan saya

Leave a Reply to Steven Toh Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *